Lemahnya Pengawasan Bikin Mafia Tanah PTSL Tumbuh Subur

Home Forums BPKAD Lemahnya Pengawasan Bikin Mafia Tanah PTSL Tumbuh Subur

  • This topic is empty.
Viewing 1 post (of 1 total)
  • Author
    Posts
  • #3854 Reply
    Kiran
    Guest

    Adanya dugaan mafia tanah alias biong pada pengurusan registrasi tanah sistematis lengkap (PSTL) di Kabupaten Bekasi, kian mencuat. Satu di antaranya, kasus PTSL di Desa Bantarjaya, Kecamatan Pebayuran yg mana sertifikat terbit tanpa tanda tangan ketua desa setempat.

    Menanggapi itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi Ani Rukmini menyampaikan mafia tanah lahir karena lemahnya pengawasan & penegakan anggaran mainnya. Mulai menurut Badan Pertanahan Nasional (BPN), aparat juga tata ruang.

    “Tanggapan saya, program PTSL itu baik, sang sebab itu perlu itikad baik berdasarkan para pemangku kepentingan baik aparat maupun warga . Program yang baik ini wajib dijaga,” kata dia.

    Artinya, sambung Ani, ketika program ucapan tahun baru islam PTSL atau yang biasa dikenal dengan prona ini digulirkan secara paralel pula dilakukan sistem pengawasannya supaya nir terjadi penyimpangan.

    “Nah oknum ini kan rakyat kan warga rakyat kan. Ini yg aku bilang harus ada sistem pengawasannya supaya tidak berkeliaran oknum –oknum tersebut. Masyarakat pula harus mempunyai pemahaman bahwa ini nir terdapat pungutan & punya keberanian buat melakukan “perlawanan”,” tukas dia.

    Sementara itu, Kades Bantarjaya Abuy Jihad Ubaidilah mengaku berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah memberikan kemudahan masyarakat memiliki bukti kepemilikan tanah.

    “Tapi harapan saya pada pihak-pihak yg berwajib buat lebih mengawasi ulet program ini karena banyak menuai cerita miris yang berdampak ke pemerintahan desa. Seperti yg aku alami ketika ini,” ucap dia.

    Apalagi, sambung Abuy, dirinya dilaporkan rakyat dengan indikasi menunda hak warga (sertifikat,red). Padahal bukan ditahan namun tengah dipelajari.

    “Kenapa bisa sertifikat tercetak tanpa aku ketahui bahkan surat kelengkapan seperti surat pernyataan nir sengketa & lainnya belum ada yang saya tanda tangani. Bahkan bukan hanya itu dari usul tanah itu dibuat aspal sang oknum menggunakan tujuan yg belum jelas,sehingga menuai perselisihan antara kami pemerintahan desa dengan warga ,” kentara dia.

    Abuy meminta penegak aturan juga pemberi program lebih agar lebih mengawasi program PTSL ini.

    “Bagi sahabat-teman kades yang baru menerima acara PTSL jangan terlena dengan ucapan oknum yg selalu menilai ini mudah & berakhir petaka untuk kita,” tukas dia.

Viewing 1 post (of 1 total)
Reply To: Lemahnya Pengawasan Bikin Mafia Tanah PTSL Tumbuh Subur
Your information: